Detail Cantuman Kembali

XML

kuat tarik sambungan dua irisan dengan menggunakan perekat dan kombinasi pasak perekat pada gading-gading kapal kayu


Dalam pembuatan kapal kayu diperlukan kayu dengan bentangan yang cukup panjang terutama dalam pembuatan gading-gading kapal kayu. Disisi lain, kayukayu yang berasal dari hutan alam atau yang diperjual belikan di pasaran biasanya memiliki panjang yang terbatas. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk dapat memanfaatkan kayu-kayu tersebut dengan teknik sambungan kayu. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah kayu bangkirai (Shorea Laevis Ridl) diumpamakan sebagai gading-gading kapal kayu, untuk memulai penelitian terlebih dahulu harus mendapatkan syarat kapal kayu dengan mengacu pada BKI Kapal Kayu 1996. Dalam penelitian ini dilakukan uji kuat tarik pada spesimen sambungan dua irisan dengan menggunakan sambungan perekat dan kombinasi pasak dan perekat. Dimana pasak yang digunakan terbuat dari kayu bangkirai dengan diameter sebesar 10 mm. Berdasarkan hasil pengujian yang menggunakan perekat saja berjenis epoxy resin memiliki nilai tegangan tarik dengan rata-rata 166,80 (kg/cm2). Hasil uji tegangan tarik dengan menggunakan sambungan perekat dan pasak sebanyak 4 buah tiap sampel ujinya mempunyai nilai rata-rata sebesar 154,35 (kg/cm2), sedangkan hasil pengujian tegangan tarik dengan menggunakan sambungan perekat dan pasak sebanyak 2 buah tiap sampel ujinya memiliki nilai rata-rata sebesar 124,72 (kg/cm2).
621.17.12 Jan k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xii, 54 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...